Design Sprint — UX Case Study cQuran App - Part 2
Hai, Saya dan Abid Bagus K ingin membagikan proses mendesain ulang (redesign) pada sebuah aplikasi, yaitu cQuran dengan menggunakan Design Sprint. Pada part 2 ini, saya akan membahas tahap Prototype dan Validate untuk studi kasus cQuran. Sebaiknya membaca Part 1 terlebih dahulu.
Intro
Dari banyaknya solusi yang sudah digambarkan dalam bentuk sketsa diatas, kami mengurucutkan 3 solusi yang paling tepat untuk menjawab challenge yang berkaitan dengan 3 grup faktor (Response, Profiling/Identity, Bantuan). Solusi-solusi tersebut yakni:
- Private Room : Solusi ini menjawab permasalahan yang terkait dengan pengguna yang merasa malu dan sungkan mengaji bersama dengan orang yang tidak ia kenal. Dengan konsep ini, pengguna dapat mengaji bersama secara private dan real-time
- Levelling : Solusi ini menjawab permasalahan pengguna yang merasa malu ketika bertemu dengan pengguna lain yang sudah mahir / fasih. Hal ini disebabkan oleh pengguna memiliki kemampuan mengaji yang berbeda-beda.
- Voice note/Voice Ngaji : Solusi ini menjawab permasalahan yang juga berkaitan dengan pengguna yang merasa malu dan sungkan mengaji bersama dengan orang yang tidak ia kenal. Dengan konsep ini pengguna dapat merekam suaranya ketika mengaji dan pengguna lain dapat mendengarkan dan memberikan pembenahan di lain waktu.
D. Prototype
Pada tahap ke-4, kami mencoba membuat Wireframe untuk menerapkan ketiga solusi sebelumnya. Dalam pembuatan wireframe, kami juga melihat referensi dari hasil eksplor sketsa kasar yang dibuat oleh masing-masing member di design sprint. Wireframe ini kami uji kepada user cQuran untuk mendapatkan feedback. Setelah mendapatkan feedback, kami akan melakukan iterasi.
E. Validate
Tahap terakhir untuk Design Sprint, kami menguji wireframe yang telah dibuat. Tujuan mengadakan pengujian untuk mendapatkan feedback pengguna. Feedback dari segi flow, UI, konsep Private Room, Levelling, dan Voice Ngaji, dan kendala pengguna dalam menjalankan task untuk Usability Testing. Tool Usability Testing yang kami gunakan adalah UsabilityHub.
Task untuk usability testing sebagai berikut:
- Cobalah untuk masuk kedalam room dengan level intermediete
- Anggap Anda sudah mendapatkan kode dari teman Anda, cobalah masuk kedalam Private-Room sesuai dengan kode yang diberikan teman Anda!
- Coba dengarkan rekaman ngaji yang dibuat oleh Abid Bagus!
Selesai melakukan Usability Testing, pengguna menjawab kuesioner yang telah kami buat. Kuesioner ini berisi pertanyaan terkait dengan konsep / fitur Private Room, Levelling, dan Voice Ngaji. Sehingga kami mendapatkan tanggapan dan kendala dalam menjalankan task secara tertulis dari pengguna tentang konsep / fitur tersebut.
Result — Usability Testing
Task 1-Cobalah untuk masuk ke dalam room dengan level Intermediate
Hasil Heat Map menunjukan sebagian besar partisipan berhasil mengerjakan task ini. Mereka dapat menemukan channel atau room mereka inginkan dengan level yang telah kami tentukan. Hal ini dikarenakan pengguna tidak terlalu banyak langkah untuk menyelesaikan task-nya, karena saat pertama kali membuka aplikasi, pengguna langsung melihat pilihan room di tab rooms.
Task 2-Anggap anda sudah mendapatkan kode dari teman anda, cobalah masuk ke dalam Private Room sesuai dengan kode yang diberikan teman anda
Pada gambar di atas menunjukan 86% partisipan berhasil menyelesaikan task-nya. Sebagian besar partisipant bisa menjalankan task. Tetapi Ada partisipan yang salah menjalankan task, ia langsung memilih room di tab rooms. Berikut ini heat map untuk task 2:
Task 3-Coba dengarkan rekaman ngaji yang dibuat oleh Abid Bagus
Task terakhir, 57 persen partisipan dapat menyelesaikan tasknya. Beberapa partisipan tidak berhasil menjalankan tasknya. Berdasarkan analisa kami dari heat map dan melihat jawaban dari kuesioner, partisipan terkecoh dengan room yang bernama “Abid” pada surah Al-Mulk dan mereka berpikir bahwa itu merupakan rekaman mengaji yang sebenarnya itu adalah room biasa.
Feedback User — Question
Berikut ini feedback dari pengguna setelah menjalankan task pada Usability Testing:
- Partisipan suka dengan konsep yang ditawarkan, terutama pada Private Room.
- Dalam penggunaan bahasa lebih baik menggunakan Bahasa Indonesia saja, karena pengguna-nya adalah orang Indonesia. Tapi mungkin bisa saja diberi dua pilihan bahasa.
- Urutan tab private room dipindah supaya berdekatan dengan room biasa karena masih dalam konteks yang sama yaitu mengaji secara real-time. Sedangkan, voices dan surah itu konteksnya mengaji secara non-real time.
- Perlu dipastikan di Hi-Fi-nya supaya semua informasi dan konten terlihat jelas.
Iterasi
Iterasi yang kami lakukan disini adalah melakukan perbaikan wireframe setelah mendapatkan feedback dari usability testing dan questioner. Setelah itu, kami membuat konsep desain cQuran dalam bentuk High Fidelity.
Terdapat 4 tab dalam Aplikasi cQuran:
- Rooms : Berisi room secara publik sesuai level mengaji
- Private : Berisi room secara privat telah dibuat oleh pengguna. Pengguna lain dapat masuk ke room dengan menggunakan kode.
- Voices : Berisi rekaman suara mengaji yang dapat didengarkan oleh pengguna dan dapat memberikan pembenahan / feedback kapan saja
- Surah : Berisi surah-surah Alquran yang dapat dibaca oleh pengguna
Private Room
Levelling
Voice note/Voice Ngaji
Prototype
Prototype dapat diakses disini (Klik ini)
Penutup
Hasil studi kasus ini masih jauh dari kata sempurna, karena mungkin masih terdapat kekurang dari setiap proses. Semoga hasil Study Case ini dapat meningkatkan softskill saya dalam melakukan riset dan dapat membantu teman-teman yang sedang mendalami Design Process atau membuat UX Case Study.
Saya ucapkan Terima Kasih kepada:
- Tim cQuran yang terlibat dalam proses pembuatan study case ini
- Abid Bagus K sebagai partner dalam membuat study case ini
- Para pembaca